Kode Etik Blog, Jawaban untuk Jarar Siahaan
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pesta Blogger 2009 memperoleh perhatian besar dari narablog dan komunitas. Perhatian itu berupa dukungan, pujian, kritik, masukan, cemooh, dan sebagainya. Kali ini giliran Jarar Siahaan yang memberi masukan tentang pentingnya kode etik blog.
Jarar adalah salah satu narablog yang saya hormati. Tulisan-tulisannya di Blog Berita sangatlah bernas dan mencerahkan.
Di blog pribadinya, Jarar baru saja menulis sebuah surat terbuka untuk panitia Pesta Blogger 2009. Surat itu dimulai dengan kalimat yang provokatif, “Bang Wicak, bang Enda, bang Tyo, bang Iman, dan teman blogger Indonesia di Pesta Blogger 2009, mari renungkan surat terbuka ini sebelum biaya Rp1 milliar itu habis “sia-sia” hanya untuk “berpesta” atau sekadar acara pelatihan sembari kopi-darat.”
Olala, ada apakah gerangan yang terjadi hingga Jarar menuliskan kalimat itu?
Rupanya, Jarar menangkap ada kesan kuat bahwa panitia Pesta Blogger 2009 belum serius atau belum akan menjadikan kode etik sebagai agenda pokok. Kesan itu dia dapatkan setelah mengetahui bahwa agenda acara menyambut Pesta Blogger 2009 “hanyalah” serangkaian pelatihan ngeblog (Blogshops) di sepuluh kota besar di Indonesia.
Ngeblog individual tidak perlu kode etik, tapi ngeblog isu-isu publik/pihak lain wajib punya etika & taat hukum. Inilah inti surat terbukaku: soal kode etik blogger Indonesia.
Aha, ini dia jawabannya: kode etik blog. Jarar menganggap masalah ini sangat penting dan relevan bagi ranah blog dan narablog di Tanah Air seraya mengambil beberapa contoh kasus. Ironisnya, panitia Pesta Blogger 2009 malah terkesan tak menganggapnya penting.
“Lalu apakah akan kita biarkan mereka masuk penjara kalau suatu saat artikelnya terjerat hukum? Sepelit itukah kita untuk membagi pengalaman buat teman-teman blogger lewat penyusunan kode etik?” tanya Jarar.
Sebagai orang yang namanya ikut disebut dalam tulisan itu dan kebetulan saya juga salah satu panitia Pesta Blogger, saya pun tergerak menuliskan surat jawaban ini.
Pertama-tama, saya mau mengucapkan terima kasih kepada Bung Jarar yang telah menunjukkan kepedulian kepada perhelatan akbar Pesta Blogger 2009, dan kesediaan dia memberi masukan, mengingatkan kita semua tentang pentingnya etika blog.
Perlu diketahui bahwa panitia bukan kelompok narablog yang istimewa dan sempurna. Panitia bisa saja luput dan terkesan mengabaikan hal-hal yang justru penting bagi kita semua. Menyadari kekurangan itu, panitia selalu terbuka terhadap kritik dan masukan. Kalau dirasa memang baik bagi semuanya, apa salahnya menerima masukan itu bukan?
Bung Jarar, tentu saja kita tak boleh pelit berbagi ilmu dan pengalaman kepada teman-teman narablog di mana pun mereka berada. Sebagai bagian dari komunitas narablog, kita justru berkewajiban untuk terus berbagi dan saling mengingatkan perihal aktivitas ngeblog yang sehat dan bertanggung jawab.
Selama ini, perihal kode etik blog telah menjadi salah satu isu kontroversial. Ada kelompok yang pro dan kontra. Saya pribadi termasuk dalam kubu yang menganggap penting adanya etika blog (blog ethic) karena di tengah kian bergemuruhnya kehidupan di ranah blog, selalu ada kemungkinan gesekan. Ada potensi pelanggaran. Dan kita membutuhkan sesuatu sebagai pedoman agar tak salah melangkah. Bisa jadi saya berbeda pendapat dengan anggota panitia lain mengenai isu etika blog ini. Tak apa. Bukankah perbedaan itu rahmat?
Saya melihat etika blog itu lebih sebagai acuan moral. Acuan ini berlaku umum. Seorang narablog tidak bisa dihukum jika melanggarnya, namun dia bisa dikenai sanksi moral dari lingkungan/komunitas narablog. Tapi apakah kemudian etika itu perlu disusun menjadi satu set kode etik? Nah, itu yang masih perlu dipikirkan lagi.
Yang jelas, perlu kita ketahui bahwa seandainya etika blog itu sudah tersusun dan menjadi pegangan para narablog, tak serta merta seorang narablog lalu terbebas dari tuntutan hukum. Suka atau tidak, ada aturan hukum yang mengatur aktivitas warga negara Indonesia di Internet, termasuk blog.
Setiap narablog berpotensi terkena jerat hukum, dengan atau tanpa etika blog.
Jadi, apa gunanya kita membicarakan etika blog? Begitu mungkin argumen sebagian orang. Toh narablog itu bukan profesi, seperti halnya jurnalis yang memiliki kode etik jurnalistik. Narablog hanyalah orang-orang yang menerbitkan aneka macam posting berupa teks, infografik, foto, maupun video di Internet. Tak perlulah ada etika segala macam.
Well, kita bisa berdebat sepanjang malam mengenai perlu tidaknya etika di ranah blog dan kode etik blog. Saya hanya hendak mengatakan bahwa perihal etika di ranah blog ini layak kita perbincangkan. Panitia Pesta Blogger pun bisa jadi akan memasukkan isu etika blog sebagai salah satu yang perlu diagendakan. Kenapa tidak? Untuk aktivitas ngeblog yang sehat, kita tentu perlu membuka hati dan pikiran lebih lebar bukan?






July 27th, 2009 at 8:54 pm
Saya sebagai blogger pemula melihat dari kacamata seorang awam bahwa kode etik memang mutlak diperlukan.
Sebuah permainan akan kacau balau jika tidak adaaturan permainan. Demikian pula para blogger. Dunia hukum kita belum mengcover ini dalam delik2nya.
Kode etik sangat berperan sebagai rambu lalu lintas bagi kami para blogger, khususnya pemula seperti saya. Mana ranah yang boleh kami sentuh dan mana ranah yang sensitif dan bahkan bisa melanggar hukum.
Saya yakin para sesepuh blogger juga telah memasukkan agenda ini dalam perhelatan akbar pesta blogger 2009 ini. Semoga sukses
July 27th, 2009 at 8:55 pm
dan aku masih berharap, blogshop di jogja membawa materi yg lebih advance macam ini, dan kalo bisa sembari dipadukan dg issu turisme *lah, nawar*
karena aku pikir, sayang bener lah kalo pelatihan blog tetapi tidak dimaksimalkan shg ngeblog utk menulis hal2 personal macam diary. ndak salah, ga salah sama sekali. di sini bukan bicara benar salah, tp alangkah lebih maksimal manfaatnya jika ngeblog menyentuh kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara *halah*
utk kemaslahatan ummAT, OLE!! angkat gelasmu kawan
July 27th, 2009 at 9:05 pm
Setuju banget.. kalau acara pesta blogger 2009 bukan hanya sekedar acara pesta
July 27th, 2009 at 9:26 pm
@meong, saranmu bisa jadi masukan buat insan berprestasi CA med. tapi, ntar dibincangkan dulu…
July 27th, 2009 at 9:50 pm
hm… setuju untuk kode etik blog. Soalnya sekarang lagi rame ada komentator yang bikin resah teman2 blogger
July 27th, 2009 at 10:05 pm
oia, penting ini.
maen ke blognya bang jarar dulu, dah lama ga ke sana
July 27th, 2009 at 10:09 pm
asyik bakal ada session kode etik di pesta blogger
July 27th, 2009 at 10:40 pm
Kode etik perlu, setidaknya memang utk membantu blogger memberikan batasan diri saat membahas topik yg menyangkut pihak lain. Kebebasan kita menulis kan tentunya dibatasi oleh kebebasan orang lain.
July 27th, 2009 at 11:14 pm
wah sebagai awam dalam ranah nge blog, kode etik malah belum terpikirkan, melainkan etika dan sopan santun yang universal berlaku di dalam setiap interaksi antar manusia baik di alam nyata maupan di alam maya maya
terimakasih atas wacana dan pencerahan nya
July 27th, 2009 at 11:51 pm
maju terus blogger indonesia
July 28th, 2009 at 2:20 am
apa bedanya sih blogger dengan wartawan?
sama2 jurnalis kan???
wartawan aja punya
July 28th, 2009 at 5:51 am
rusa bawean, blogger dan jurnalis jelas berbeda, meskipun sama-sama melakukan kegiatan menulis. jurnalis adalah sebuah profesi yang memiliki kaidah dan kode etik jurnalistiknya. blogger bukan profesi, melainkan julukan untuk orang yang mengelola sebuah blog. memang kemudian ada yang menjadikan diri sebagai blogger profesional.
July 28th, 2009 at 8:58 am
@nico:
haha.. insan berprestasi CA.. *tersummon* :p
July 28th, 2009 at 9:20 am
Masa masih harus pake kode etik sih…. kan udah dikerangkeng dengan UU ITE. justru dari proses interaksi 2.0 akan bertemu dengan etiknya sendiri.
karena batasannya adalah zona nyaman bagi semua…..
^_^
July 28th, 2009 at 9:26 am
Blog Ethic ato etika ngeblog,,menurut saya sangatlah penting mas,karena kita itu berada didunia yang tanpa batas publikasi,seluruh dunia bisa melihat setiap postingan kita,nah bila postingan kita itu menyangkut orang lain ato hal-hal yg sensitif lainnya yang bisa merugikan orang lain hal itu akan bisa berdampak sangat luas,itulah kenapa diperlukannya etika ngeblog.Saya setuju saja dg bang Jarar.Pada kesempatan Pesta Blogger taon ini hal ini bisa didiskusikan.
July 28th, 2009 at 11:13 am
Semoga kehadiran Pesta Blogger 2009 menjadi momentum untuk membangun sekaligus menyebarluaskan kode etik blogger Indonesai yang baku.
July 28th, 2009 at 11:44 am
Selalu ada jalan menuju kebaikan
July 28th, 2009 at 2:07 pm
Perlu tidak nya kode etik ngeblog memang tergantung dari para blogger itu sendiri. Mereka niat ngeblog untuk apa???
Kalo sejak awal mereka mempunyai niat buruk dalam ngeblog itu meskipun ada kode etik pasti juga akan dilanggar.
Dari sini kita berlatih dewasa dalam ngeblog dan kembali ke pribadi blogger masing-masing.
July 28th, 2009 at 3:07 pm
jika itu untuk sebuah kebaikan apa salahnya?
July 28th, 2009 at 7:15 pm
harus pakai kode etik jika ingin nyaman menulis. sehingga seorang Blogger tidak perlu ikut ikutan ‘memfitnah” public figur yang bermasalah.
July 28th, 2009 at 7:20 pm
terus sanksinya???
July 28th, 2009 at 11:38 pm
sayang, tadi ga sempat ikutan pas diskusi tentang etika ngeblog…
July 29th, 2009 at 12:42 am
Sebagai pemula, menurut pendapat saya sepertinya etika ngeblog diperlukan sebagai pagar pembatas agar para blogger terlindungi dari jeratan hukum. Masih teringatkan kasusnya PRITA??
July 29th, 2009 at 5:47 am
@rusa bawean : setuju dengan komentar ndorokakung. ada beda antara wartawan dan blogger, bahkan saya tambahkan pula, beda juga dengan kolomnis, cerpenis, karya ilmiah, dll.
dan saya tetap berharap ada kode etik dalam dunia blogging. sempat jengah lihat blogger2 banyak yang suka teriak sana teriak sini membiarkan suatu fitnah berjalan.
July 29th, 2009 at 7:03 pm
ngeblog?? etika??? sepertinya etika kembali lagi kepada individualnya masing2, apakah sebuah tulisan itu pantas atau tidaknya dipublikasikan *jadi inget kasus ibu prita*
#kalo toh etika ngeblog itu harus ada, yang saya harapkan jangan sampai etika itu menjadi sebuah alat pengekang terhadap pola pikir kita sebagai blogger…!!!
(gym)
July 30th, 2009 at 11:35 am
hmmm…mnrt saya yang bukan apa2. kode etik blog…itu memang diperlukan terutama mengenai posting yang di tayangkan oleh para blogger. setidak nya bagi mereka tahu apa dan bagaimana isi posting tersebut. se-misal mengkritik negara atau pun institusi tertentu itu harus lah berpegang terhadap apa?
karena jangan sampai banyak org yang apes akibat postingan-nya.
July 30th, 2009 at 3:29 pm
kode etik dalam hal ngeblog emang perlu tapi jika kode etik sudah didomprengi dgn sanksi2 itu yg saya rasa tidak benar karena jika untuk nulis di blog sendiri aja ada aturan yg mengikat dan mempunyai sanksi2…itu namanya sudah mengkungkung kebebasan kita sebagai blogger dalam berkarya dengan tulisan-tulisannya. dan saya rasa ini tidak bisa disamakan dengan seorang jurnalis yg jelas-jelas itu adalah sebuah profesi pekerjaan.
July 30th, 2009 at 4:34 pm
kode etik dalam logging merupakan hal yang cukup sensitif, beberapa pendapat menyatakan bahwa dunia maya tak perlu ada pembatasan, tapi jika begitu kebebasan yang diberikan dalam dunia maya justru dimanfaatkan secara berlebihan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,,,
sudah saya cek gan ke TeKaPe nya bang Jarar, ada benarnya juga..kami sebagai blogger pemula kadang perlu informasi mana yang bisa kami sampaikan, mana yang seharusnya tidak bisa dijadikan konsumsi publik…
July 31st, 2009 at 12:29 pm
Katakanlah kode etik itu dibuat, lantas siapa yang akan mengawalnya? Jangan nanti dibuat kode etik yang muluk-muluk, tapi bak macan ompong seperti “yang lain”. Seperti kata kawan saya, usai pesta semuanya menguap, melayang dan hilang tak berguna.
August 2nd, 2009 at 12:28 am
Sebagai mahluk sosial, etika itu penting. Etika adalah rambu bagi manusia untuk melaksanakan kegiatan sosialnya.
Di mana pun (bahkan di ranah blog), etika tetap perlu diperhatikan. Dan sudah saatnya dibahas.
August 6th, 2009 at 4:47 pm
hayuk kalo gitu kita beretika ngeblog,
August 6th, 2009 at 10:32 pm
Mari kita budayakan Ngeblog Positif di Indonesia..
September 26th, 2009 at 9:06 pm
Setuju, Etika ngeblog memang seharusnya diperkenalkan sejak awal, terutama bagi para blogger pemula, mengingat banyak blogger berasal bukan hanya dari usia dewasa saja, tapi usia remaja pun sekarang sudah mulai mengenal blog. Bahkan tak jarang juga saya temui, remaja-remaja hebat yang berpotensi dalam dunia per-OnLine-an. Menurut pendapat saya, belum cukup jika hanya mengetahui tentang etika nge-blog ini, namun informasi yang telah didapat harus diteruskan kepada pada blogger lainnya. Katakanlah jika dalam setiap blog yang dipunyai oleh para blogger paling tidak disisipkan satu artikel khusus yang membahas tentang etika ngeblog ini, dan ditujukan bagi semua pembacanya tanpa terkecuali, maka akan jelas bagi semua pihak (yang awam sekalipun), dan pelanggaran-pelanggaran etika tersebut (seperti copy-paste misalnya) otomatis dapat terhindarkan.
Iklan Gratis
October 4th, 2009 at 12:36 am
Yap… hrs ada suatu aturan tertentu tentang bagaiamana nge blog yg baik dan benar …^_^
October 17th, 2009 at 1:48 pm
untuk bang wicak, terima kasih, jawaban ini bisa diterima otakku. untuk semua teman blogger/komentator, juga terima kasih.
setiap kata dan kritik, asalkan ditulis dengan niat tulus dan bukan untuk kepentingan pribadi, pasti akan bermanfaat. jika tidak sekarang, suatu hari nanti mungkin diperlukan.
salam,
jarar siahaan
July 29th, 2010 at 4:10 pm
Sampai hari ini blogger Indonesia tidak/belum memiliki kode etik sendiri, seperti halnya wartawan media cetak atau televisi yang sudah punya kode etik. Mahkamah Konstitusi telah mengakui keberadaan blogger tidak kalah fungsinya dengan wartawan media pers, maka kita sudah pantas mulai memikirkan untuk menyusun kode etik sendiri.